Lewati ke konten utama
Nusa Group — Offerings from Village Youth Senin–Sabtu · 08.00–19.00 WIB · 0812-3055-7655

7 Budaya Jepang Yang Menarik dan Unik



Apa yang muncul seketika di pikiran Anda jika mendengar kata "JEPANG" ?
Ada yang langsung menyebutkan animenya, bunga sakura, kedisiplinan, negara maju, seni melipat kertas dan lain sebagainya.
Jepang memang dikenal sebagai negara yang mempunyai banyak tradisi, bahkan macam-macam tradisi itu diketahui sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Pelestarian tradisi tersebut masih dapat kita jumpai hingga saat ini, karena orang jepang dikenal sebagai sosok yang gemar melestarikan budaya nenek moyang.

Selain itu, penduduk jepang juga dikenal sebagai masyarakat yang memiliki tingkat kejujuran yang sangat tinggi. Mungkin Anda juga pernah mendegarkan sebuah kisah tentang orang yang kehilangan barang kemudian dapat ditemukan kembali di kantor polisi atau bahkan di tempat barang itu hilang, sungguh luar biasa.
Tak hanya itu, warga jepang jugan terkenal dengan kedisiplinannya, disana Anda akan melihat dimana orang-orang yang berjalan cepat untuk menuju kantornya agar dapat sampai ke tempat kerja tepat waktu.

Namun, Jepang juga kerap dikenal memiliki kebiasaan atau tradisi yang cukup aneh dan unik.  Kendati demikian hal tersebut sudah mejadi suatu kewajaran tetapi tak jarang juga kebanyakan orang seperti kita yang melihat dari prespektif yang berbeda akan menganggap hal itu sesuatu yang tidak biasa.
Nah disini kita akan mengulik tentang kebudayaan Jepang yang menarik serta unik :

1. Ikebana (seni merangkai bunga)
Ikebana menjadi salah satu tradisi yang cukup populer di jepang. Di negara ini bunga dianggap suatu hal yang istimewa, kebanyakan masyarakat jepang akan meletakan bungan yang sudah dirangkai di altar utama.
Menurut kepercayaan disana menyebutkan bahwa bunga merupakan tempat bersemayam tuhan. Tradisi ini menjadi populer dikarenakan hasil dari rangkaian bunga ini sangatlah cantik dan indah.
Pada awalnya bunga-bunga ini hanya dirangkai secara sederhana saja, namun seiring berjalannya waktu bunga yang dihasilkan semakin indah serta semakin sulit juga untuk dirangkai bahkan ada pembelajaran khusus dalam hal merangkai bunga.

2. Inemuri (tidur di tempat kerja)
Ada yang berani melakukannya? bisa-bisa Anda akan langsung dipecat deh dari tempat Anda bekerja.
Lain halnya dengan di Jepang, tradisi tidur di tempat kerja menjadi hal yang sudah biasa terjadi disana. Masyarakat Jepang dikenal sebagai orang dengan tipe pekerja keras, maka kebanyaka perusahaan disana membolehkan pekerjanya untuk tidur di tempat kerja sebagai bentuk menghormati mereka karena telah lelah bekerja.
Kebanyakan orang disana dikenal denga tipikal yang demikian, maka tak heran jika ada seorang pekerja yang meninggal karena kelalahan.

3. Matsuri
Matsuri merupakan sebuah festival di Jepang yang hanya dilaksanakan pada saat musim panas.
Festival ini berkaitan dengan festival dari kuil seperti kuil Shinto dan Budha. Pada awalnya festival Matsuri ini diadakan sebagai acara sembahyang serta doa, namun hal ini tidak terlalu menjadi ketetapan bagi masyarakat disana.
Banyak juga diantara mereka yang datang hanya untuk sekedar melihat-lihat saja.

4. Kabuki
Kabuki merupakan seni pementasan teater yang menggabungkan antara seni tari dan musik. Perpaduan kedua jenis seni ini membuat para penonton sangat tertarik dan menyuakinya.
Ditambah lagi dengan penggunaan make up yang memberikan kesan dramatis sebagai wujud penguat karakter serta penggunaan kostum yang disesuaikan dengan ciri khas Jepang membuat penonton seakan terhipnotis seolah mata ini enggan untuk berpaling.

5. Geisha
Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan hal yang satu ini, namun apa sebenarnya Geisha itu?
Geisha merupakan kebudayaan Jepang sebagai bentuk kesenian atau hiburan tradisional. Geisha diyakini sudah muncul sejak abad 18, namun seiring berjalannya waktu Geisha ini sudah semakin jarang dijumpai. Ada beberapa kelompok masyarakat yang masih memegang kebudayaan ini, namun hal itu juga sulit untuk ditemukan.
Banyak orang yang biasanya akan menirukan berpakaian ala Geisha, namun suatu hal yang sulit untuk membedakan mana Geisha yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu setiap ada kemunculan Geisha di jalanan orang-orang akan berkumpul untuk sekedar berfoto bersama, entah itu wisatawan ataupun penduduk Jepang asli karena memang Geisha ini sudah sangat sulit ditemukan.

6. Hanami
Perayaaan Hanami biasanya dilaksankan pada saat musim semi tiba, dimana pasa saat itu bunga sakura akan bermekaran.
Mudahnya, perayaan Hanami ini merupakan sebagai wujud perayaan untuk menikmati tumbuhnya bunga sakura. Orang-orang akan berkumpul untuk mengadakan piknik dan pesta makanan di bawah pohon sakura.
Perayaan ini sangatlah menarik dan indah pastinya, maka dari itu bagi kalian yang tertarik untuk mengikuti perayaan ini maka datanglah pada waktu yang tepat ya guys!

7. Upacara Minum teh
Budaya Jepang satu ini sangatlah unik, bagaimana tidak untuk meminum teh saja perlu diadakan upacara khusus.
Upacara minum teh ini diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu, dan biasanya upacara ini akan mencerminkan kepribadian dari sang penyaji.
Maka tak heran ketika upacara ini berlangsung suasana akan hening dan sang penyaji akan dengan hati-hati dalam membuat teh karena jika berantakan itu akan membuat kewibawaan sang penyaji turun serta membuat upacara ini menjadi tidak sempurna.

Nah itulah tadi beberapa kebudayaan yang hanya dapat kita jumpai di negeri sakura, masih banya tradisi-tradisi lainnya yang tak kalah unik dan menarik.
Jangan lupa untuk selalu update informasi seputar negara Jepang hanya disini ya..

Nenek Sumirock, DJ Berumur 82 Tahun Asal Jepang



Disk Jockey (DJ), merupakan profesi yang sangat erat kaitannya dengan jiwa muda. Karena memang jenis musik ini memiliki irama yang penuh dengan citra kaum muda.
Namun apa jadinya jikalau profesi DJ ini dilakukan oleh seorang lanjut usia?

Inilah dia Sumiko Iwamuro, nenek berusia 82 tahun asal negeri matahari terbit yang ternyata berprofesi sebagai seorang DJ. Di usia yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi, ia masih tetap lincah dalam menggerakan jarinya diatas turntable.
Profesi sehari-harinya adalah seorang pemilik sebuah restoran China di sebuah distrik sekitar Tokyo.

Setelah kepergian suaminya, ia memutuskan untuk menambah kesibukan lainnya setelah menjadi pemilik restoran.
Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk muli berlatih memainkan peralatan DJ selama setahun penuh. Hingga pada akhirnya salah seorang temannya mengenalkan dirinya dengan sebuah club di daerah Shinjuku, Tokyo.

Profesi barunya menjadi seorang DJ tak membuat dirinya lupa untuk mengurusi restorannya. Pada pagi dan siang hari ia akan sibuk berada di restorannya, namun ketika malam datang maka ia pun berubah menjadi sosok yang lihai memainkan peralatan DJ.
DJ Sumirock (nama panggungnya) memiliki penampilan layaknya DJ muda pada umumnya, walaupun usia yang sudah tidak lagi muda namun semangatnya tak kalah dengan para pemuda yang hadir dan ikut berdansa dengan alunan musiknya.

Hobinya dalam bermusik sebenarnya sudah muncul sejak ia masih kecil, namun dirinya tak bisa mewujudkan mimpinya karena terpaksa harus meneruskan usaha keluarganya yang memiliki bisnis restoran.
Jiwa bermusik ini diyakini merupakan turunan dari ayahnya yang seorang pemain drum jazz. Dan ia merasa usia bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk bisa mewujudkan mimpinya hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang DJ.

Hingga saat ini DJ Sumirock terus berlatih agar alunan beatnya lebih baik dan sempurna, karena ia masih memiliki mimpi untuk bisa tampil di New York dengan alunan musik yang ia mainkan.
Namun dirinya juga menyatakan bahwa tidak akan meninggalkan profesi utamanya sebagai pemilik restoran itu.