Lewati ke konten utama
Nusa Group — Offerings from Village Youth Senin–Sabtu · 08.00–19.00 WIB · 0812-3055-7655

Nenek Sumirock, DJ Berumur 82 Tahun Asal Jepang



Disk Jockey (DJ), merupakan profesi yang sangat erat kaitannya dengan jiwa muda. Karena memang jenis musik ini memiliki irama yang penuh dengan citra kaum muda.
Namun apa jadinya jikalau profesi DJ ini dilakukan oleh seorang lanjut usia?

Inilah dia Sumiko Iwamuro, nenek berusia 82 tahun asal negeri matahari terbit yang ternyata berprofesi sebagai seorang DJ. Di usia yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi, ia masih tetap lincah dalam menggerakan jarinya diatas turntable.
Profesi sehari-harinya adalah seorang pemilik sebuah restoran China di sebuah distrik sekitar Tokyo.

Setelah kepergian suaminya, ia memutuskan untuk menambah kesibukan lainnya setelah menjadi pemilik restoran.
Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk muli berlatih memainkan peralatan DJ selama setahun penuh. Hingga pada akhirnya salah seorang temannya mengenalkan dirinya dengan sebuah club di daerah Shinjuku, Tokyo.

Profesi barunya menjadi seorang DJ tak membuat dirinya lupa untuk mengurusi restorannya. Pada pagi dan siang hari ia akan sibuk berada di restorannya, namun ketika malam datang maka ia pun berubah menjadi sosok yang lihai memainkan peralatan DJ.
DJ Sumirock (nama panggungnya) memiliki penampilan layaknya DJ muda pada umumnya, walaupun usia yang sudah tidak lagi muda namun semangatnya tak kalah dengan para pemuda yang hadir dan ikut berdansa dengan alunan musiknya.

Hobinya dalam bermusik sebenarnya sudah muncul sejak ia masih kecil, namun dirinya tak bisa mewujudkan mimpinya karena terpaksa harus meneruskan usaha keluarganya yang memiliki bisnis restoran.
Jiwa bermusik ini diyakini merupakan turunan dari ayahnya yang seorang pemain drum jazz. Dan ia merasa usia bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk bisa mewujudkan mimpinya hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang DJ.

Hingga saat ini DJ Sumirock terus berlatih agar alunan beatnya lebih baik dan sempurna, karena ia masih memiliki mimpi untuk bisa tampil di New York dengan alunan musik yang ia mainkan.
Namun dirinya juga menyatakan bahwa tidak akan meninggalkan profesi utamanya sebagai pemilik restoran itu.